Kamis, 05 Juli 2012

MESIN ATM PERTAMA DI DUNIA

Ini adalah mesin Atm pertama di dunia yang dibuat oleh Luther George Simjian . Ketika Simjian menawarkan ide untuk membuat pelanggan Bank melakukan transaksi finansial tanpa bertemu dengan teller, ia diragukan banyak orang. Ia tidak kenal menyerah, pada tahun 1939, simjian mendaftarkan 20 hak paten yang berkaitan dengan perangkat temuan barunya tersebut.



Dia juga menawarkan temuaannya kepada sebuah perusahaan besar yang sekarang dikenal dengan nama  Citicorp. Enam bulan kemudian, Citicorp merespons tawaran Simjian. Penemuan Simjian yang pada awalnya diragukan, kini telah membantu banyak orang dengan hadirnya kemudahan melalui mesin ATM.

Harga New Ipad

Beberapa hari setelah berita kemunculannya di Indonesia beredar di Internet,  Jumat (29/6/2012), New iPad resmi memasuki pasar gadget Tanah Air.

Apple Store berikut sejumlah reseller, termasuk iBox, eStore dan Blibli, sudah memajang harga perangkat tablet anyar tersebut dalam mata uang rupiah.

Berikut ini harga New iPad di Indonesia berdasarkan pantauan KompasTekno di situs Apple Store, iBox, dan Emax.
Apple Store iBox Emax
New iPad 16 GB WiFi 4.899.000 5.500.000 5.099.000
New iPad 32 GB WiFi 5.899.000 6.500.000 5.999.000
New iPad 64 GB WiFi 6.899.000 7.500.000 6.999.000
New iPad 16 GB WiFi + Cellular 6.199.000 6.999.000 6.399.000
New iPad 32 GB WiFi + Cellular 7.199.000 7.999.000 7.299.000
New iPad 64 GB WiFi + Cellular 8.199.000 8.999.000 8.299.000
* Perbedaan harga dikarenakan adanya paket penjualan aksesori di iBox dan Emax.

Meskipun beberapa model memiliki konektivitas 4G LTE, Apple tidak menjanjikan kemampuan koneksi 4G untuk New iPad di Indonesia. Pada situs Apple Store pun, Apple menuliskan "New iPad  WiFi + Cellular" untuk menjelaskan model-model tersebut.

Meskipun begitu, pengguna tetap dapat browsing internet melalui jaringan 3G yang tersedia di Tanah Air karena New iPad tetap mendukung konektivitas 3G.

Galaxy Nexus Ditarik dari Google Play Store



Boy Genius Report (BGR)
Samsung Galaxy Nexus, smartphone pertama yang menggunakan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich
KOMPAS.com - Google telah menarik penjualan Galaxy Nexus dari Google Play Store. Hal ini merupakan imbas dari tuntutan Apple yang melarang penjualan Galaxy Nexus di AS.

Saat ini, pelanggan tidak bisa membeli perangkat tersebut. Meski telah dijual cukup lama, Google kini hanya memasang tulisan coming soon".

Hingga saat ini, Google belum memberikan klarifikasi terkait penarikan Galaxy Nexus dari Google Play Store itu. Sekaligus apakah dengan penarikan produk tersebut akan langsung berpengaruh terhadap penjualan ponselnya di Amerika Serikat.

galaxy-nexus-banned-lg

Sekadar catatan, Apple mencoba menghadang penjualan Galaxy Nexus di AS. Kasus ini ditangani oleh hakim yang sama, Lucy Koh yang juga menangani kasus larangan penjualan tablet Galaxy Tab 10.1. Ia mengeluarkan putusan sementara untuk melarang penjualan smartphone hasil karya Google dan Samsung itu. Samsung pun gerak cepat untuk mengajukan banding.

Menurut Koh, keberadaan Galaxy Nexus di AS akan mengancam pangsa pasar Apple. "Meskipun Samsung memiliki hak untuk bersaing, namun mereka tidak punya hak bersaing secara tidak adil, karena membanjiri pasar dengan produk yang melanggar paten," tulis Koh dalam sebuah pernyataan.

Apple menuding Galaxy Nexus melanggar empat hak paten pada perangkat lunak (software) iPhone.

Foto iPhone 5 Kembali Beredar, Kali Ini Lebih Jelas



Rumor bentuk iPhone 5
KOMPAS.com — Smartphone penerus iPhone 4S dikabarkan bakal diluncurkan akhir tahun 2012. Rumor seputar iPhone 5 terus berdatangan, dan kali ini beredar foto di internet yang diklaim penyebarnya sebagai desain final dari iPhone 5.

Foto tersebut menunjukkan bentuk iPhone 5 tak jauh beda dengan generasi sebelumnya, iPhone 4 dan iPhone 4S.

Rumor bentuk iPhone 5 (2)

iPhone 5 terlihat lebih besar. Bagian depannya masih didominasi oleh kaca. Sementara bagian belakangnya didominasi oleh materi logam, materi kaca hanya ada di sisi atas dan bawah.

Bagian belakang atas terdapat dua lingkaran yang berbeda ukuran, yang tampaknya adalah kamera dan LED Flash.

Rumor bentuk iPhone 5 (3)  

Foto-foto itu juga memperlihatkan bagian bawah iPhone 5. Konektor untuk menancapkan kabel data dan charger terlihat lebih kecil dibandingkan seri sebelumnya. Ada pula speaker, microphone, dan jack audio di sisi bawah.

Rumor bentuk iPhone 5 (4)

Di sisi atasnya hanya ada tombol power. Lalu di samping kirinya ada tombol volume dan tuas untuk mengatur modus diam dan getar.

Rumor bentuk iPhone 5 (1)

Pembuatan KIO3


PEMBUATAN KALIUM IODAT


1.      Tujuan Percobaan
Untuk memberikan gambaran tentang proses pembuatan kalium iodat.
1.      Landasan Teori
Kalium adalah logam putih-perak yang lunak. Logam ini melebur pada 63,5oC. Ia tetap tak berubah dalam udara kering, tetapi dapat dengan cepat teroksidasi dalam udara lembab, menjadi tertutup dengan suatu lapisan biru. Logam itu menguraikan air dengan dahsyat, sambil melepaskan hidrogen dan terbakar dengan nyala lembayung. Kalium biasanya disimpan dalam pelarut nafta. Garam-garam kalium mengandung kation monovalen K+. Garam-garam ini biasanya larut dan membentuk larutan yang tak berwarna, kecuali bila anionnya berwarna (Vogel, 1979).
Natrium dan kalium umumnya melimpah dilapisan litosfer (2,6 dan 2,4%) yang terdapat dalam sejumlah besar kandungan garam batuan, NaCl karnalit, KCl, MgCl2.6 H2O yang dihasilkan dari penguapan air laut dalam jangka waktu geologis. Natrium dan kalium dapat tersebar dengan proses pelelehan pada berbagai padatan pendukung seperti Na2CO3, unsur ini dipakai sebagai katalis untuk berbagai reaksi alkena antara lain dimerisasi propena menjadi 4-metal-1-pentena (Cotton dan Wilkinson, 1989).
Iodida merupakan unsur halogen yang reaktif, dan berbentuk padat, berwarna biru-hitam pada suhu kamar, serta dalam bentuk murninya iodida merupakan unsur yang bersifat racun. Iodat lebih stabil dalam ‘impure salt‘ pada penyerapan dan kondisi lingkungan (kelembaban) yang buruk penambahan tidak menambah warna, penambahan dan rasa garam (Luthana, http://yonkikastanyaluthana.wordpress.com) Seperti sifat halogen lainnya, iodida mudah bereaksi dengan unsur-unsur lain, dapat larut dalam air. Selain itu iodida juga larut dengan cepat dalam larutan natrium iodida. Dialam, iodida terdapat dalam bentuk senyawa-senyawa yang banyak tersebar di dalam air laut, tanah dan batuan. Selain itu iodida juga terdapat dalam jaringan tubuh organisme laut (misalnya dalam ganggang laut) dan dalam garam Chili yang mengadung 0,2% natrium iodat (NaIO3) (Sunardi, 2006: 90).
Kelarutan iodida adalah serupa dengan klorida dan bromide. Perak, merkurium(I), merkurium(II), tembaga(I), dan timbel iodida adalah garam-garamnya yang paling sedikit larut. Iodida mudah dioksidasikan dalam larutan asam menjadi iod bebas dengan sejumlah zat pengoksid; iod bebas ini lalu bias diidentifikasi dari pewarnaan biru-tua yang dihasilkannya dengan larutan kanji (Anonim, http://wikipedia.org).
Iodium adalah elemen halogen, berbentuk kristal, berwarna violet-hitam sampai coklat merah. Juga dipakai sebagai antiseptik, reagen analisa radio isotop, pengolahan air minum dan pengobatan. Garam beriodium mengandung sedikit iodium guna mencegah penyakit gondok (Hatidja dan Razif, http://mmt.ats.ac.id). Jumlah garam yang harus dikonsumsi per hari untuk setiap orang kurang lebih adalah 9 gram. Garam beryodium adalah garam konsumsi yang mengandung komponen utama Natrium Chlorida (NaCl) minimal 94,7%; air maksimal 5% dan Kalium Iodat (KIO3) sebanyak 30–80 ppm (mg/kg) serta senyawa-senyawa lain (Anonim, http://archieves.ekon.go.id).
Potasium klorat atau kalium klorat yang memiliki rumus kimia KClO3 seperti bahan klorat lain adalah bahan oksidator umum yang ditemui di laboratorium kimia. Bahan ini merupakan oksidator yang relatif kuat. Kalium klorat diproduksi dalam skala besar untuk industri kembang api korek api, peledak, dan antiseptik.
Sebagian besar piroteknik dan bahan peledak berdaya ledak rendah, beroperasi berdasarkan proses reaksi antara “bahan bakar” dan oksigen untuk menghasilkan panas, suara, atau gas (Anonim,
http://chem-is-try.org).
F.  Pembahasan
Senyawa garam dapat diperoleh dalam berbagai bentuk, diantaranya garam hidrat, garam anhidrat, garam kompleks dan garam rangkap. Pembagian jenis-jenis garam tersebut bergantung pada reaktan-reaktan yang direaksikan untuk menghasilkan senyawa garam tersebut. Dapat pula berdasarkan sifat senyawa garam yang terbentuk. Sebagai contoh, garam hidrat terbentuk dari senyawa-senyawa kimia yang dapat mengikat molekul-molekul air pada suhu kamar. Garam hidrat dan garam anhidrat dikelompokkan berdasarkan kemampuannya mengikat air, yang diakibatkan karena sifat hidroskopis dari tiap senyawa.
Pada percobaan kali ini akan diamati dan dipelajari proses pembuatan KIO3 dengan meraksikan Kalium clorat dan Iodium.. KIO3 merupakan garam hidrat karena sifatnya yang tidak hidroskopis sehingga tidak mudah bereaksi dengan uap air atau senyawa lain di udara bebas  jika ditempatkan di udara terbuka. Selain itu, beratnya tidak akan mengalami perubahan.
Untuk memperoleh garam hidrat KIO3, KClO3 direaksikan dengan I2, menurut persamaan sebagai berikut:
2KClO3 + I2 2KIO3 + Cl2
Reaksi tersebut bersifat reversible (dapat balik), Artinya KIO3 yang tebentuk dapat kembali membentuk reaktan. Hal ini disebabkan kelarutan dan derajat ionisasi KIO3 yang cukup besar.
Percobaan ini diawali dengan mereaksikan kalium klorat dan iodium dalam labu alas bulat, dimana kalium dapat bereaksi dengan iodium membentuk garam kalium iodat dalam bentuk kristal. Terbentuknya kalium iodida ini dapat dilihat pada reaksi berikut : 2KClO3 +  I2 2KIO3 +   Cl2, campuran ini ditambahkan dengan asam nitrat pekat. Penambahan ini bertujuan untuk mengendapkan senyawa KIO3 yang terbentuk. Karena asam nitrat yang digunakan memiliki konsentrasi asam yang pekat maka pengerjaannya dilakukan dalam lemari asam. Untuk memudahkan pembentukan kalium iodida ini  maka dibantu dengan pemanasan, selain itu tujuan pemanasan ini adalah untuk membuang kelebihan klorida dan iodium.
Kristal yang terbentuk dipisahkan dari pelarutnya, untuk memisahkan kristal dari larutannya, dilakukan dengan penyaringan. Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci sebagian besar tergantung dari struktur morfologi endapan, yaitu pada bentuk dan ukuran-ukuran kristalnya. Makin besar kristal-kristal yang terbentuk selama berlangsungnya pengendapan, makin mudah kristal untuk disaring dan juga makin mudah mengendap sehingga membantu penyaringan.
Bentuk kristal juga penting, struktur yang sederhana seperti kubus, tetrahedron atau jarum-jarum sangat menguntungkan karena mudah dicuci setelah disaring. Kristal dengan struktur yang lebih kompleks yang berlekuk dan berlubang-lubang akan menahan cairan induk bahkan setelah dicuci dengan reagen tertentu. Dengan endapan yang terdiri dari kristal-kristal yang demikian, pemisahan kuantitatif lebih sukar untuk dilakukan.
Ukuran kristal yang terbentuk selama pengandapan, terutama tergantung pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan kristal. Laju pembentukan inti dapat dinyatakan dengan jumlah inti yang terbentuk dalam satuan waktu. Jika laju pembentukan inti tinggi, banyak sekali kristal yang akan terbentuk, tetapi tak satupun dari ini akan tumbuh menjadi terlalu besar, Jadi terbentuk endapan yang terdiri dari partikel-partikel kecil. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh (supersaturation) dari larutan. Pengalaman telah menunjukkan bahwa pembentukan kristal dari larutan yang homogen, sering belum dimulai pada konsentrasi ion yang seharusnya dilihat dari hasil kali kelarutan, tetapi tertunda sampai konsentrasi zat terlarut jauh lebih tinggi daripada konsentrasi larutan jenuhnya.
Laju pertumbuhan kristal merupakan faktor lainnya yang mempengaruhi ukuran kristal yang terbentuk selama  pengendapan berlangsung. Jika laju ini tinggi, kristal besar-besar. Laju pertumbuhan kristal juga tergantung pada derajat lewat jenuh. Bila suatu endapan memisah dari larutan, keadaannya tak selalu sempurna murni; ia dapat mengandung bermacam-macam jumlah zat-zat pencemar, tergantung dari sifat endapan dan kondisi pengendapan. Laju pembentukan kristal dalam pembuatan KIO3 ini cukup cepat, tidak sampai satu jam telah terbentuk kristal (heterogen) tapi masih bercampur dengan Cl2.
Setelah dipisahkan dari pelarutnya, kemudian dilakukan rekristalisasi atau pemurnian kristal dari zat-zat pengotornya. Rekristalisasi ini dilakukan dengan melarutkannya dengan dilarutkan kembali dengan aquades dan larutan KOH 10%. Penambahan KOH 10% ini bertujuan untuk menetralkan garam-garam asam yang terbentuk, sehingga pada akhirnya diperoleh suatu kristal KIO3 yang murni, yang kemungkinan tidak terkontaminasi dengan senyawa lain. Salah satu pemanfaatan kalium iodida ini adalah digunakan sebagai bahan dasar pembuatan iod pentaoksida, dimana iod pentaoksida ini dapat digunakan sebagai zat pengoksidasi dalam penentuan gas karbon monoksida yang membebaskan I2.
Kalium Iodida yang diperoleh pada percobaan ini adalah sebesar 1,5 g dengan rendemen sebesar 63,99%. Besarnya rendemen kristal ini memberi gambaran bahwa pembuatan garam kalium iodida (KIO3) dengan mereaksikan kalium klorat (KClO3) dengan iodium cukup efektif untuk dilakukan.
1.                   Kesimpulan
Dari hasil percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa garam KIO3 dapat dibuat dengan cara mereaksikan garam KClO3 dan I2 dalam suasana asam melalui penambahan HNO3 pekat untuk mengendapkan garam KIO3 yang terbentuk.